Senin, 28 Februari 2022
Jumat, 25 Februari 2022
Tari Balumpa dari Pulau Binongko ditetapkan sebagai Warisan Budaya
26 Januari 2022oleh Admin
Tari Balumpa Ditetapkan Jadi Warisan Budaya
Admin-Edukasi-68 Dilihat
ASTY NOVALISTA/KENDARI POS
WARISAN BUDAYA : Tari Balumpa dari Pulau Binongko telah menjadi warisan budaya tak benda. Penetapannya diterbitkan Kemendikbud pada akhir tahun 2021 lalu.
KENDARIPOS.CO.ID– Selain Benteng Liya Togo dan Benteng Tindoi yang ditetapkan sebagai cagar budaya Kabupaten Wakatobi, Tari Balumpa juga telah menjadi warisan budaya tak benda. Penetapannya diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Tari yang berasal dari Pulau Binongko ini ditetapkan pada akhir tahun 2021 lalu bersama dengan 10 warisan budaya tak benda lainnya di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Wakatobi, La Ali Wangi, menjelaskan, sebelum ditetapkan sebagai warisan budaya oleh Kemendikbud, telah melewati proses yang panjang dan ketat. “Iya, Alhamdulillah kita patut bersyukur dan berbangga karena satu lagi tari yang berasal dari Kabupaten Wakatobi yakni Tari Balumpa ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kemendikbud pada akhir tahun 2021 lalu,” ujarnya, Selasa (25/1).
Seperti yang diketahui, Tari Lariangi juga terlebih dulu telah ditetapkan sebagai warisan budaya nasional pada tahun 2013. Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri untuk Kabupaten Wakatobi. Kedua tarian ini kerap dipertunjukkan untuk menyambut tamu penting atau terhormat serta dalam acara festival budaya, seni dan pemerintahan.
Sementara itu, untuk cagar budaya Benteng Liya Togo dan Tindoi berpotensi diusulkan sebagai cagar budaya tingkat Provinsi Sultra. Meskipun proses dan waktunya masih lama, diharapkan kedua benteng ini bisa bisa diusulkan ke tingkat provinsi hingga nasional “Tapi, semua ada proses dan tahapannya. Hanya karena memang ini sudah ditetapkan maka selanjutnya bisa diusulkan untuk tahap selanjutnya,” harap La Ali Wangi.
Sekadar diketahui, Pemprov Sultra berhasil menerima sertifikat penetapan warisan budaya tak Benda Indonesia yang diserahkan Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek RI, Hilmar Farid dan diterima langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Asrun Lio, Desember 2021 lalu di Jakarta. (c/thy)
Selasa, 22 Februari 2022
Sejarah Dunia dan Nusantara (SDN) Official. Pada Tahun 1901 empat orang pelayar Binongko behasil menunaikan ibadah Haji di Tanah Suci Mekkah dengan menggunakan perahu Lambo.
Pada tahun 1901 empat orang pelayar binongko berhasil menunaikan ibadah haji di tanah suci mekkah dengan mengunakan perahu lambo. Mereka kemudian berlabuh di salah satu pelabuhan di pakistan kemudian meyebrang ke tanah suci mekkah lewat darat.
Mereka kemudian dikenal dengan sebutan 𝐡𝐚𝐣𝐢 𝐡𝐨𝐡𝐚𝐚 (haji empat orang) (hasan media kita No.44/tahun XIX/1989:6). mereka adalah La samura (H.siddiq),La muru (H.thayeb),La sirau (H.Abdul halim) dan La Ali (H. Muhamad Ali).
para pelayar binongko yg ke tanah suci makkah biasanya belajar agama islam pada seorang sekh selama berpuluh tahun dan pulang ke kampung dan menjadi guru agama bahkan ada yg menjadi ulama besar.
mereka yg cukup di kenal adalah H. La hidi KH Muhamad tahir yg menjadi penyebar agama islam dan di keramatkan di pulau tiga salabangka sulawesi tengah, KH asy'ari yg sampai akhir hayatya menjadi ulama dan imam masjid agung AL fatah ambon, KH. abdul syukur yg meyebarkan agama islam di buton barat, dan KH. Ibrahim.
#buton #wakatobi #sulawesitengara
foto
Lokasi:flores
Tahun:1915 - 1923
sumber:NMVW
Kamis, 10 Februari 2022
Rabu, 09 Februari 2022
Persiapan menghadiri pengresmian Wisata Anjungan Teluk Kendari Rabu, 9/2/2022
Siap-siap ke Pengresmian tempat wisata Anjungan Teluk Kendari, sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Pulau Binongko, Rabu 9 Februari 2022 jm 16-17.30 yg dibuka langsung oleh Wali Kota Kendari, wsl