KKPB (Kerukunan Keluarga Pulau Binongko) Kendari

Selasa, 17 Mei 2022

  Assalamu Alaikum warahmatullahi wabarakatu.

Alhamndulillah Zakat fitrah dan Sedekah anggota KKPB tahun 1443H/2022M bersih berjumlah Rp. 5.700.000 (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah), hri ini akan dikirim ke Pulau Binongko (Surat pengantar Terlampir), melalui mhasiswa naik kapal Sabuk.  Insya Allah besok mlm sdh tiba di Binongko shgg tgl 30 April 2022 (H-1 lebaran) semoga bermanfaat bagi penerima.  Terima kasih atas kebersamaan warga KKPB untukt pelaksanaan pembayaran zakat fitrah dan sedekah secara kolektif, semoga kita semua dimudahkn dan dilancarkn rezeki, diberikan kesehatan dan kekuatan serta kesuksesan oleh Allah SWT.  Untuk sedekah pembangunan mesjid di pulau binongko periode V tetap berlangsung hingga cukup Rp. 12 juta untuk Mesjid Kel Wali Kec Binongko dan Mesjid Desa Waloindi dan Oihu Kec Togo Binongko, saat ini baru berjumlah Rp. 8 juta, wsl




Penerimaan Zakat Fitrah 1443H dan Sedekah Anggota KKPB Kendari di Kecamatan Binongko Oleh Ibu Wa Hafidah, SIP, Camat Binongko dan Lurah/Kades

  Assalamu'alaikum, penyerahan Zakat KKPB Kendari kepada Para Ka Desa / Lurah se Kec.Binongko.atas kepedulian masyrakat Binongko yg berada di Kendari.maka dengan ini atas nama Pemerintah Pribadi ,para Ka.Desa / Lurah dan seluruh masyarakat Binongko mengucapkan Apresiasi dan terima kasih banyak  kepada Ketua dan Anggota KKPB di Kendari  Semoga dapat bermanfaat dan bernilai Ibadah.juga kita semua senantiasa diRahmati Oleh Allah SWT.aamiin





















Penerimaan Zakat Fitrah 1443H dan sedekah Anggota KKPB Kendari di Kec. Togo Binongko oleh Bapak Ganafi, SH Camat Togo Binongko dan lurah/kades

  Assalamu'alaikum, 

Penyerahan Zakat Fitra dan Sedekah KKPB Kendari kepada Para Ka Desa / Lurah se Kecamatan Togo.Binongko.atas kepedulian masyarakat Binongko yg berada di Kendari.maka dengan ini atas nama Pemerintah, Pribadi ,para Ka.Desa / Lurah dan seluruh masyarakat Togo Binongko mengucapkan Apresiasi dan terima kasih banyak  kepada Ketua dan Anggota KKPB  Semoga dapat bermanfaat dan bernilai Ibadah.juga kita semua senantiasa diRahmati Oleh Allah SWT.aamiin













 Kegiatan Ketua KKPB Bapak Prof. DR. Ir. Aminuddin Mane Kandari, M. Si pasca lebaran idhul fitri 1443 H





Polelei Tradisi Unik di Binongko Sultra saat Lebaran, Bersama-sama Berkunjung dari Rumah ke Rumah

Warga di Kelurahan Palahidu dan Kelurahan Rukuwa, Kecamatan Binongko Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), lakukan Polelei di hari pertama Lebaran Idulfitri 1443 H, Senin (2/5/2022) kemarin. 






TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Tradisi unik di Pulau Binongko, Kabupaten Wakatobi (Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) saat perayaan Hari Raya Islam.

Tiap kali Lebaran baik itu Idulfitri maupun Iduladha, masyarakat di pulau ujung tenggara gugusan Kabupaten Wakatobi ini akan saling mengunjungi dari rumah ke rumah. Biasanya aktivitas ini dilakukan pada sore hari.

Aktivitas itu disebut dengan Polelei. Awalnya masyarakat akan berkumpul di suatu titik, kemudian berjalan bersama mengunjungi dan bersilaturahmi ke tiap rumah yang dilewati.



Artikel ini telah tayang di TribunnewsSultra.com dengan judul Polelei Tradisi Unik di Binongko Sultra saat Lebaran, Bersama-sama Berkunjung dari Rumah ke Rumah, https://sultra.tribunnews.com/2022/05/03/polelei-tradisi-unik-di-binongko-sultra-saat-lebaran-bersama-sama-berkunjung-dari-rumah-ke-rumah.
Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Sitti Nurmalasari


Seperti halnya yang dilakukan warga Binongko di Kelurahan Palahidu dan Kelurahan Rukuwa, pada Senin (2/5/2022) kemarin. 

Mereka mengunjungi rumah ke rumah untuk saling bermaaf-maafan.


Pembina Budaya dan Sejarah Pulau Binongko, Jaudin, menjelaskan Polelei sudah menjadi tradisi turun temurun masyarakat Binongko, khususnya di Kelurahan Palahidu dan Rukuwa, sejak dulu.


"Paling menonjol di dua kelurahan ini, kita mulai dari Rukuwa sampai di ujung kampung Lontoi, selanjut menyebar ke kampung-kampung lainnya di Pulau Binongko ini," kata Jaudin kepada TribunnewsSultra.com, Selasa (3/5/2022).


Awalnya tradisi ini muncul di daerah pegunungan di Binongko, dengan menyajikan makanan berat seperti olahan daging sebagai hidangan bagi warga yang datang bersilaturahmi.


Namun, pada tahun 1980-an di bawah hidangan mulai berganti ke makanan ringan, beraneka ragam kue dan minuman dingin. Kata dia, para warga juga menampilkan yang terbaik saat bersilaturahmi. Mulai dari bayi, anak kecil hingga para orangtua mengenakan pakaian terbaik mereka.


Sedangkan dulu, Polelei bisa berlangsung selama tujuh hari atau sepekan, lantaran pemukiman warga yang berjauhan berada di pegunungan dan pesisir.

"Sekarang ini sehari saja sudah selesai, dulu sampai tujuh hari untuk berkunjung karena jauh sekali dari satu kampung ke kampung yang lain, apalagi ada yang dari gunung turun ke pesisir pantai," jelasnya.


Selain itu, Jaudin mengatakan biasanya setelah berkeliling akan diadakan pagelaran pencak silat, ditonton bersama di salah satu lapangan di sana.

Namun, di tahun ini pencak silat tidak diadakan, sebab salah satu warga di sana sedang mengalami kedukaan.

"Polelei kemarin tidak terlalu ramai, soalnya ada musibah. Biasanya habis itu ada pencak silat sekira jam 5 sore, tapi kemarin tidak sempat diadakan," ujarnya.

Jaudin berharap tradisi Polelei terus berlanjut dan tetap menjadi ciri khas budaya di Binongko, Wakatobi.


"Kita berharap budaya ini dipertahankan karena di Kabupaten Wakatobi ini hanya ada di Pulau Binongko, supaya nanti dicatat dalam budaya nasional," tutupnya. (*)


(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)


Artikel ini telah tayang di TribunnewsSultra.com dengan judul Polelei Tradisi Unik di Binongko Sultra saat Lebaran, Bersama-sama Berkunjung dari Rumah ke Rumah, https://sultra.tribunnews.com/2022/05/03/polelei-tradisi-unik-di-binongko-sultra-saat-lebaran-bersama-sama-berkunjung-dari-rumah-ke-rumah?page=2.
Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Sitti Nurmalasari