KKPB (Kerukunan Keluarga Pulau Binongko) Kendari

Jumat, 04 Maret 2022

Tari Pajoge (Ngiwi) bersama Bupati Wakatobi, Desa Jaya Makmur Musrembang Pulsu Binongko 2022

 


Tari Pajoge (Nngiwi) bersama Bapak Bupati Wakatobi (H. HALIANA, S.E.) dalam rangka Musrembang Pulau Binongko 2022. Yang dimainkan oleh Putra-putri dari Desa Jaya Makmur Jec Binongko, Tari Pajoge adalah salah satu tari tradisional yg sudah membudaya secara turun temurun di Pulau Binongko khususnya dan Wakatobi Umumnya. Tari Pajoge ini dimainkan oleh 3 orang penari perempuan dan 2 orang penari laki-laki, mengapa perempuan 3 orang karena perempuan yang 1 sebagai persiapan jika ada penonton atau pejabat yang akan menari. Tari Pajoge ini mengisahkan tentang kegembiraan seseorang yang meluangkan emosinya untuk memberikan sesuatu yang terbaik kepada keluarganya jika ada yang sukses. Disamping itu tari Pajoge juga mengisahkan percintaan dua insan berlainan jenis yang dimabuk cinta yang belum kesampaian hasratnya. Penari perempuan menari sambil berputar ke kanan dan ke kiri, sedangkan penari laki-laki menari mengelilingi perempuan dengan mengangkat tangan kanan atau kirinya sambil berteriak gembira dengan mengucapkan kata (KURRI .....!) dengan membuyikan jempol dengan jari tengahnya, sebagai tanda senang dan gembira. Seperti ayam jantan yang berputar-putar sambil melebarkan sayapnya untuk mematuk ayam betinanya karena kasmaran. Saksikan penampilan tari Pajoge dari ...

Tari Kanjara ( adu keris) dan Tari Topa Penjemputan Bupati Wakatobi pada Musrembang Pulau Bnk. 2022

 


Tari Kanjara (honari Tobho) pada kunjungan Bupati Wakatobi (H. HALIANA, S.E.) dalam rangka Musrembang Pulau Bonongko 2022 tepatnya tanggal 27 Februari 2022. Tari Kanjara adalah salah satu tari tradisional dari pulau Binongko, khususnya dari Desa Lagongga, dengan menggunakan keris Pusaka Turun temurun yang dimainkan oleh Bapak LA ODE JAHARUDDIN mantan Kades Lagongga berpasangan dgn Bapak LA BUNGARAA. Orang yg maikan Tari Kanjara ini bukan orang sembarangan harus memiliki ilmu Sakti Mandraguna. Kalau tdk memiliki kesaktian bisa terjadi fatal artinya bisa saling melukai, akibat tarikan Keris yg tdk bisa dielakan oleh kedua penari.
Sedangkan Tari Topa adalah jenis tarian daerah dari Pulau Binongko yg disuguhkan untuk menjemput tamu agung ataupun tamu terhormat lainnya yg berkunjung ke Pulau Binongko, baik dari Kabupaten, Provinsi, maupun dari Manca Negara. Tarian ini dinamakan tari Topa karena sebahagian gerakan-gerakannya menyerupai gerakan tujuh Bidadari dari kayangan yg turun mandi di Topa. setiap malam Jumat, sampai Fajar menyingsing, menyambut datangnya pagi. Sebelum dan sesudah mandi ketujuh Bidadari bermain dan menari di Topa tersebut sambil mengibas-mengibaskan sayapnya, lalu mereka terbang kembali ke kayangan sehingga Topa itu dinaman Topa Bidadari. Tari Topa ini merupakan utusan dari kelurahan Palahidu Kec . Binobgko. Demikian selamat menyaksikan.